Rabu, 08 Juli 2015

UTS_4101412075_Anninditya AKD



ULANGAN TENGAH SEMESTER
DASAR-DASAR PROSES PEMBELAJARAN 2

Nama               :Anninditya Atika Kusuma Dewi
NIM                :4101412075
Bagian             :Mengatasi  Masalah Kesulitan Belajar Siswa
Indikator         :Bersikap jujur, tangguh menghadapi masalah, kritis dan disiplin dalam menemukan peluang empirik dari data luaran (output) yang mungkin diperoleh berdasarkan sekelompok data.

1.      Memperkirakan sifat kesulitan belajar siswa melakukan teknik pengamatan
Ketika guru telah dapat menggiring siswa untuk dapat mengingat materi prasyarat,guru mulai menerangkan materi inti yang ingin dicapai,disini guru menerangkan materi tentang Peluang,disaat guru menerangkan materi inti ini juga guru memperhatikan melakukan pengamatan terhadap siswa,apakah siswa terlihat paham atau siswa terlihat kebingungan dan tidak paham mengenai materi yang sedang diterangkan oleh tersebut.Seorang guru memberi penegasan terhadap materi yang dianggap penting dalam materi inti tersebut,guru juga berusaha untuk menanyakan kepada siswa apakan siswa paham atau tidak,apabila siswa sudah paham mengenai materi tersebut maka guru dapat melanjutkan materi berikutnya,namun ketika siswaa belum paham mengenai materi yang disampaikan maka guru mengulangi materi agar siswa dapat memahami materi ini dengan baik.
            Memperkirakan sifat kesulitan belajar siswa dengan melakukan teknik pengamatan dapat dilakukan guru pada saat guru tersebut sedang menjelaskan atau mengerangkan materi didepan,atau pada saat guru memberikan pertanyaan pancingan terhadap siswa,ketika siswa disuruh untuk mengerjakan soal dan disaat itulah guru melakukan terknik pengamatan terhadap siswanya,apakan terdapat kesulitan belajar atau tidak,pada saat siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal yang diberikan oleh guru maka guru dapat membimbing secara intens agar siswa tersebut dapat memahami materi dan tidak bingung terhadap materi yang disampaikan sehingga dapat mengerjakan soal yang diberikan.
2.      Memperkirakan sifat kesulitan belajar siswa melakukan teknik wawancara
Memperkirakan sifat kesulitan belajar siswa melakukan teknik wawancara dapat dilakukan guru ketika siswa melakukan kesulitan belajar dikelas,pada saat siswa bertanya mengenai materi yang yang tidak dipahami maka guru dapat melakukan teknik ini.Bertanya melakukan wawancara langsung terhadap siswa yang tidak paham mengenai materi disebelah mana dan pada bagian yang mana,ketika guru telah melakukan teknik ini maka diharapkan guru tersebut dapat membimbing iswa tersebut dengan intens dan dapat mengetahui letak kesulitan yang dialami oleh siswa tersebut.
Melakukan teknik wawancara terhadap siswa sering kali terdapat kesulitan yaitu biasanya siswa yang mengalami kesulitan belajar merasa malu terhadap teman-teman karena guru melakukan wawancara atau bertanya kepada siswa yang tidak paham mengenai materi ini dia merasa malu karena dapat dianggap bodoh  oleh teman-temannya,padahal disaat siswa tersebut jujur mengakui bahwa dia tidak paham mengenai materi ini,maka dia dapat dibimbimng guru secara intens agar dia benar-benar paham mengenai materi inti.Sehingga teknik melakukan wawancara terhadap siswa perlu dilakukan guru dengan hati-hati sehingga siswa yang merasa belum paham dapat bertanya kepada guru tanpa harus mersa malu pada teman-temannya.
3.      Mengatasi kesulitan belajar siswa membimbing secara bertahap
Siswa sering mengalami kesulitan dalam belajar namun terkadang tidak mau mencoba untuk bertanya kepada teman atau kepada guru,karena merasa malu dikira bodoh  tidak mampu memahami materi yang diberikan oleh guru,Sebagai contoh materi peluang misalkan siswa diberikan soal “carilah peluang munculnya kejadian bilangan prima pada pelemparan satu dadu”.Terkadang siswa masih bingung dengan berapa sajakah bilangan prima yang ada dalam pelemparan dadu atau bagaimana cara menentuka peluang munculnya bilangn prima tersebut.Ketika mengalami kesulitan tersebut dan mampu bertanya kepada guu,maka guru dapat melakukan teknik ini yaitu membimbing siwa secara berthap yaitu pertama guru menerangkan anggota himpunan kejadian bilang apa saja yang terdapat pada saat pelemparan dadu,dari kemungkinan bilangan-bilangan tersebut guru membimbing untuk menentukan bilangan prima yang terdapat pada ruang sampel,setelah ruang sampel dan kejadian keluar bilangan prima dapatditentuakan peluangnya.
Kegiatan membimbing siwa secara bertahap dapat dilakukan guru bpada siswa secara indivudu atau kelompok kecil antara 2 sampai 3 siswa<karena semakin banyak siswa dalam kelompok dapat mempengarui tingkat keintensifitasan berpikir siswa dalam menerima materi yang diberika oleh guru.
4.      Mengatasi kesulitan belajar siswa mengarahkan siswa untuk berdiskusi dengan teman terdekat (tutor sebaya)
Kesulitan belajar siswa dapat diatasi dengan berbagai macam cara,diantaranya adalah dengan saling belajar dengan teman sebaya (tutor sebaya),kegiatan ini dapat dilakukan disekolah atau dirumah bahkan pada saat bermain diluar rumah siswa dapat saling bertukan ilmu,apabila siswa enggan untuk bertanya pada guru maka cara ini dapat dilakukan sebagai alternative belajar.Guru mengarahkan untuk siswa agar dapat belajar bersama dan saling mengajari teman satu sama lain agar siswa yang belum paham mengenai materi tertentu dapat dibantu siswa yang memahami materi tersebut sehingga dapat diharapkan semua siswa dapat memahami materi yang diberikan oleh guru dengan baik.
Guru membentuk kelompok belajar dengan didalamnya terdapat siswa yang dianggap mampu memberitahu atau membimbing temannya agar dapat belajar bersama dan dapat memahami matetri yang telah disampaikan oleh guru dengan baik.
5.      Memperkirakan letak kesulitan belajar siswa dengan merumuskan prasyarat
Ketika seorang guru merumuskan materi prasyarat kepada siswa,hendaknya siswa diajak untuk aktif  berfikir mengenai materi prasyarat apa saja yang dibutuhkan untuk mempelajari materi selanjutnya.Ketika siswa dapat berfikir dan berdiskusi tentang materi prasyarat maka dapat dikatankan siswa tersebut telah dapat digiring untuk dapat mengikuti pelajaran selanjutnya.Sebagai contoh pada materi Peluang,dalam materi peluang siswa terlebih dahulu diajak untuk mengingat materi prasyarat seperti materi himpunan,anggota-anggota himpunan suatu bilangan seperti bilangan bulat,bilangan prima,dll.
Ketika siswa dapat dapat menjawab atau mampu mengetahui materi prasyarat tersebut,maka guru dapat langsung melanjutkan materi yang akan diajarkan pada siswa,namun ketika siswa merasa masih kebingungan dalam menjawab dan menerangkan materi prasyarat,maka guru wajib menuntun menggiring siswa tersebut untuk mengingat kembali materi yang dibutuhkan dalam mempelajari materi berikutnya,guru membantu membimbing pelan-pelan kepada siswa agar dapat memahami materi prasyarat tersebut setelah siswa paham guru dapat melanjutkan menerangkan materi berikutnya,selain guru yang turun tangan langsung membimbing siswa,siswa dapat belajar terlebih dahulu dirumah bersama teman-teman atau belajar individu mengenai materi yang telah disampaikan sebelumnya sebagai materi prasayarat untuk melanjutkan materi berikutnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar