Rabu, 09 April 2014

Keuangan yang Maha Kuasa

       Aku mulai bosan dengan segala retorika ini, permasalahan yang ada disekelilingku kulihat hampir sama. Hanya berkutat pada uang, uang, dan uang.
 
       Ya, pantas saja sampai ada celotehan keuangan yang maha kuasa, saya pun setuju dengan statemen seperti itu melihat kondisi zaman sekarang yang selalu melibatkan uang. Kita amati saja disekitar kita mulai dari pemilu banyak masyarakat yang tak akan berangkat ke TPS ketika mereka tak mendapatkan serangan fajar (pesangon) dari sang caleg padahal kalau mereka tahu uang tersebut belum tentu akan sebanding dengan kerugian negara ketika si caleg yang terpilih berniat untuk mengganti modal uang yang telah diberikan kepada rakyat. Permasalahan Keuangan yang maha kuasa tak berhenti sampai disitu saja, pendidikanpun mulai dijadikan bahan empuk untuk meraup keuntungan. Pendidikan yang seharusnya adalah sebuah program bersama yang harus diberikan secara murah atau cuma-cuma mulai dijadkan bahan bisnis. Maka janga salahkan ketika nanti banyak lulusan sarjana dan para intelek itu menjadikan keuangan yang maha kuasa.
 
         Kita ambil contoh misalnya saja jurusan PGSD dari masuknya saja sudah sangat mahal sekali, berkisar sampai puluha juta hingga ada beberapa oknum yang rela menyuap sebuah oerguruan tinggi hanya untuk lolos menjadi mahasiswa PGSD, sungguh ironi negerilu ini. Calon guru (pendidik) yang seharusnya tulus ikhlas mengabdi dan mendidik untuk anak bangsa ternyata hanya menginginkan uang, uang dan uang.
 
         Maka jangan salahkan ketika generasi-generasi selanjutnya akan lebih buruk. Lain guru lain lagi jurusan kedokteran, dokter adalah sebuah jabatan yang sangat mulia dimana mereka bertugas dengan sepenuh hati melayani dan menolong orang yang sedang sakit, tapi coba anda pikir dan anda bayangkan jika untuk keterima menjadi mahasiswa kedokteran saja berpuluh-puluh juta harus dikeluarkan dari kantong, bahkan sampai ada yang sampai mencapai angka miliyaran untuk menjadi seorang dokter.
      
           Maka jangan salahkan ketika bayak para dokter yang mallpraktek karena mereka berorientasi hanya pada uang bukan pada pengabdian. Semoga artikel ini menjadikan kita sadar bahwa sesungguhnya hanya Allah SWT yang kita sembah bukan Uang yang kita sembah. Allah sangat membenci hambanya yang menyekutukannya. Setan sudah sangat cerdas untuk mengelabuhi manusia era 20an bukan dengan lagi berhala sebagai alat pengecoh manusia tetapi uang da tekhnologi untuk merusak akal dan fikiran manusia, semoga kita menjadi orang-orang yang selamat dari menyekutukanNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar