Jumat, 23 Mei 2014

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani lahir di jailan, sebelah selatan laut kaspia, iran pada tahun 1077M atau 1470H

            Selain disebut syekh, wali, dan sebutan lain dalam tarekat ia juga disebut sayid, karena dari pihak ibunya ia masih ada keturunan sayyidina husain (cucu Nabi Muhammad SAW) sedang dari pihak ayah masih keturunan sayyidina hasan ( juga cucu Nabi Muhammad SAW).

            Setelah mendalami pengetahuan agama di jailan pada tahun 1095 ia terdorong untuk merantau ke baghdad kota yang pada masa itu menjadi pusat peradaban dan pengetahuan islam. Salah seorang pembimbingnya dalam bidang tasawuf adalah Al-Dabbas ( wafat tahun 1331M / 521H).

            Setelah bertahun-tahun perjalanan pembinaan tarekat Qodriah, banyak nasehat yang disampaikan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, nasehat itu telah dibukukan sehingga dapat dipelajari dan memetik hikmahnya.

Diantara buku-buku yang memuat nasehat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, yaitu :

  1. Futuhul Ghaib
  2. Al-Fathur Rabbani
  3. Al-Qasidatul Ghaisiyyah

 

Nasehat-nasehat keagamaan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pada dasarnya memuat:

  1. Agar setiap muslim tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah nabi.
  2. Setia menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
  3. Berjuang melawan hawa nafsu.
  4. Pada taraf yang lebih tinggi berserah diri sepenuh hati kepada Allah SWT.

 

            Walaupun  Syekh Abdul Qadir Al-Jailani baru menikah pada usia 51 tahun . namun ia dikaruniai banyak keturunan, yaitu 20 putera dan 29 puteri. Sejulah putranya juga menjadi ulama’ dan syeikh tarekat.

Diantara putra-putra Syekh Abdul Qadir Al-Jailani:

  1. Syeikh Abdul Wahab, pengelola madrasah (sejak 1150)
  2. Syeikh Abdur Razak yang ikut berdakwah di Baghdad.

 

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani wafat pada tahun 1168 M/561 H dalam usia 91 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar