Jumat, 07 November 2014

Dunia Tanda Tanya

            Saya mengatakan dunia ini adalah dunia tanda tanya. karena kita engga bakal tahu kapan kita bakal nikah, engga tau kapan kita mati, engga tau juga kalau malah kita belum nikah malah udah mati aja. ya itu sedikit deskripsi gaje sih dari judul artikel kalo ini yaitu "Dunia Tanda Tanya". :/

        Aku menulis artikel ini berawal dari kebingungan aku setelah membaca berbagai macam literatur mengenai Tasawuf, Dunia Sufi terlebih Sosok Sufi yang sangat aku kagumi "Syekh Siti Jenar". Berbagai macam buku dan artikel di internet aku baca demi mengempulkan sejumlah data valid mengenai kehidupan Ruhaniah sang Idola. 

    Syeikh Siti Jenar sangat terkenal dengan ajaran sufinya "Manunggaling Kawulo Gusti" atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan Penyatuahn Diri dengan Tuhan. Konsep KeTauhidan yang diungkapkan Syeikh Siti Jenar sebelumnya juga pernah dibumikan oleh Al Hallaj tokoh sufi asal luar negeri yang Akhirnya dihukum mati oleh Kholifah / pemerintahan dinegaranya karena tidak sesuai dengan ajaran syariat pada umumnya yang diajarkan oleh ulama setempat.

     Lain Al Hallaj lain juga Syeikh Siti Jenar, Syeikh Siti jenar sebenarnya juga sempat akan dihukum mati oleh Kesultanan Demak Bintoro melalui surat pemanggilan yang disampaikan oleh ke lima wali tetapi Syeikh Siti Jenar lebih memilih mati dengan caranya sendiri. 

    Itulah sepenggal kisah hidup Syeikh Siti Jenar, tak banyak yang tau memang asalnya kisah hidup beliau karena memang sejatinya kisah hidup beliau ditutup-tutupi oleh walisongo karena walisongo takut apabila banyak orang yang mengikuti ajaran dari beliau. Karena Syekh Siti Jenar yang ilminya telah mencapai puncak Makrifat mengajarkan kepada semua orang meskipun orang tersebut syariatnya belum jejek/ belum sepenuhnya benar.

   Tapi saya tak akan banyak membahas kesimpang siuran cerita hidup beliau, disini saya akan lebih mengulas pemahaman saya mengenai literatur yang saya baca mengenai konsep keTauhidan yang diajarkan oleh Syeikh siti Jenar. Konsep 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar